bonjour ~
Welcome to the dini's world! I was once told that the being teenagers are the best years to make an account of precious memories of life, dreams and love–doing so in the most vibrant manner possible.
 : nur dini athirah bt mohd sakry.fortune 19.pasir puteh kelantan. .
+ follow |
Email |
facebook |
twitter |
Favourite:
tagboard here :)
recent update :
|
hadis Tahun Baru
written on Friday, December 31, 2010 @ 10:45 AM ✈
Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan beberapa pelajaran dari hadits ini. Hadits yang agung ini hendaknya menjadi pelita bagi kita baik untuk urusan agama ataupun dunia. Apabila seseorang beramal dengan hadits ini maka tentunya akan meringankan beban kehidupan agama ataupun dunianya. Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad mengatakan bahwa faidah besar yang diberikan dalam hadits ini sudah urut sehingga seharusnya mudah untuk dipahami. Beberapa pelajaran penting dari hadits 1. Kekuatan imanSifat kuat yang dimaksud disini kembali kepada penyebutan Mukmin, yaitu keimanan yang kuat. Pada asalnya kekuatan fisik bukanlah hal yang terpuji atau tercela, akan tetapi jika kekuatan fisik ini dapat mendukung kuatnya iman maka sempurnalah kekuatannnya. 2. Allah memiliki sifat cintaKarena Allah mencintai orang beriman dengan keimanan yang lebih kuat. 3. Masing-masing mu’min yang kuat ataupun yang lemah memiliki kebaikanSeseorang yang memiliki keimanan walaupun lemah masih lebih baik daripada orang kafir bagaimanapun baiknya orang kafir tersebut. 4. Memohon pertolongan kepada AllahSeharusnya seorang mu’min tidak menggantungkan keberhasilan urusan dunia atau akhiratnya hanya kepada kemampuan dirinya saja tanpa memohon pertolongan kepada Allah. 5. Meyakini taqdir AllahApabila sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kita tidak boleh mengatakan “Kalau aku mengerjakan ini, pasti hasilnya akan begini dan begini”. Karena ucapan yang demikian dapat membuka pintu dari syaithan. Akan tetapi kita diperintahkan untuk mengatakan “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al”. Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Karena belum tentu hal yang kita sukai baik bagi kita.
|
hadis Tahun Baru
written on Friday, December 31, 2010 @ 10:45 AM ✈
Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan beberapa pelajaran dari hadits ini. Hadits yang agung ini hendaknya menjadi pelita bagi kita baik untuk urusan agama ataupun dunia. Apabila seseorang beramal dengan hadits ini maka tentunya akan meringankan beban kehidupan agama ataupun dunianya. Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad mengatakan bahwa faidah besar yang diberikan dalam hadits ini sudah urut sehingga seharusnya mudah untuk dipahami. Beberapa pelajaran penting dari hadits 1. Kekuatan imanSifat kuat yang dimaksud disini kembali kepada penyebutan Mukmin, yaitu keimanan yang kuat. Pada asalnya kekuatan fisik bukanlah hal yang terpuji atau tercela, akan tetapi jika kekuatan fisik ini dapat mendukung kuatnya iman maka sempurnalah kekuatannnya. 2. Allah memiliki sifat cintaKarena Allah mencintai orang beriman dengan keimanan yang lebih kuat. 3. Masing-masing mu’min yang kuat ataupun yang lemah memiliki kebaikanSeseorang yang memiliki keimanan walaupun lemah masih lebih baik daripada orang kafir bagaimanapun baiknya orang kafir tersebut. 4. Memohon pertolongan kepada AllahSeharusnya seorang mu’min tidak menggantungkan keberhasilan urusan dunia atau akhiratnya hanya kepada kemampuan dirinya saja tanpa memohon pertolongan kepada Allah. 5. Meyakini taqdir AllahApabila sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kita tidak boleh mengatakan “Kalau aku mengerjakan ini, pasti hasilnya akan begini dan begini”. Karena ucapan yang demikian dapat membuka pintu dari syaithan. Akan tetapi kita diperintahkan untuk mengatakan “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al”. Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Karena belum tentu hal yang kita sukai baik bagi kita.
|
we live under the same sky
“To put away aimlessness and weakness, and to begin to think with purpose, is to enter the ranks of those strong ones who only recognize failure as one of the pathways to attainment; who make all conditions serve them, and who think strongly, attempt fearlessly, and accomplish masterfully.”
- James Allen Quotes
Nur Dini Athirah bt Mohd Sakry.nothing more.nothing less.
|
my sunshine
links exchanged opened! just tag me but link me first
|
link
coming soon....
|